Osteoporosis

 

Untuk mengetahui secara dini terjadinya osteoporosis, dapat digunakan beberapa pemeriksaan seperti:

1. Pengukuran kepadatan massa tulang (Bone Mineral density/BMD) dengan densitometer.

2. Pemeriksaan laboratorium dengan pengukuran petanda biokimiawi untuk mengetahui keseimbangan pembentukan dan penghancuran tulang.akibat yang ditimbulkan dari osteoporosis yaitu mudah terjadi patah tulang,meskipun hanya karena trauma ringan ataupun saat mengangkat beban berlebih. 

cara untuk mencegah terjadinya osteoporosis, antara lain:

1.Kalsium yang cukup : Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang, karena itu kebutuhan akan kalsium harus dipenuhi.Sumber kalsium yang terbaik adalah makanan, tetapi bila tidak mencukupi maka diperlukan tambahan kalsium dari suplemen Kalsium .makanan yang banyak mengadung kalsium :susu,keju,yogurt,kebutuhan kalsium usia >50 th :800-1200 mg.

2. Vitamin D : Diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium pada usus, sehingga asupan kalsium dapat digunakan tubuh dengan maksimal.kebutuhan vitamin D usia > 50 thn: mcg.

3 Bifosfonat : obat golongan bifosfonat bekerja dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang secara berlebihan.

4.Olahraga yang teratur ; dianjurkan untk melakukan weight bearing / olahraga yang memberikan tekanan pada tulang.

5.Memperbaiki kebiasaan hidup; menghindari rokok,alkohol,dan kopi yang berlebihan karena dapat mengganggu pembentukan tulang.

6.pemeriksaan tulang; melakukan pemeriksaan tulang untuk mengetahui osteoporosis secara dini.

 Pengobatan osteoporosis

1.Terapi hormon pengganti ;terapi hormon pengganti pada wanita post menopouse.terapi ini selain dapat mengobati osteoporosis,juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup wanita.

2.Kalsium dan vitamin D ; asupan kalsium dan vitamin d harus memenuhi kebutuhan tubuh.

3.Bifosnat ; obat golongan bifosnat selain dapat digunakan untuk pencegahan osteoporosis juga dapat digunakan untuk

mengobati osteoporosis karena kerjanya yang spesifik menghambat terjadinya pengeroposan tulang dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: